Untuk menjadi penulis tidaklah sulit. Anda dapat segera mengambil selembar kertas dan pena, lalu tuliskanlah segala sesuatu yang ingin Anda tuliskan, maka Anda menjadi penulis atas tulisan tersebut. Namun, jika Anda ingin agar tulisan Anda dapat dibaca oleh masyarakat, maka Anda perlu belajar dan berlatih bersama.

Untuk belajar dan berlatih bersama, tentu Anda perlu meluangkan waktu, tenaga dan biaya, agar Anda dapat memperoleh sudut pandang baru, mendapatkan konsep, teknik dan pengetahuan, serta menumbuhkan keterampilan menulis. Memang, ketika kegiatan menulis ini belum dilirik bahkan menjadi perioritas, maka seseorang tidak akan rela untuk meluangkan waktu, tenaga dan biaya sekecil apapun.

Beberapa kiat yang dapat diterapkan untuk membangkitkan minat dan keingian untuk menulis, adalah:

  1. Ciptakan Visi besar bagi tanah air. Tanpa visi yang kuat, maka perjalanan untuk menjadi penulis akan mudah terbelokkan. Seorang yang memiliki visi besar bagi tanah air akan menulis untuk membagikan ilmu, keterampilan dan pengalaman bukan pertama-tama karena ia akan mendapatkan royalti, tetapi karena ia ingin tanah airnya mengalami kemajuan yang pesat.
  2. Patahkan pandangan bahwa menjadi penulis semata-mata adalah bakat. Menulis adalah suatu bentuk keterampilan untuk menuangkan gagasan dan pandangan secara tekstual yang dapat dipelajari oleh siapa saja.
  3. Bedakan antara penulis dan sastrawan.Tidak jarang orang merasa tidak dapat menulis, karena ia merasa dirinya bukanlah seorang sastrawan. Seorang penulis tidak harus menjadi sastrawan. Ia dapat menuangkan gagasan-gagasannya secara bebas, seperti menulis buku “Mengenal Komputer”
  4. Bedakan antara penulis dan penyunting (editor). Tidak jarang orang yang ingin menjadi penulis mengalami kesulitan untuk menuangkan ide dan gagasannya, karena ia terpaku pada format tatabahasa. Seorang penulis sebaiknya fokus pada ide dan gagasan yang akan dituangkan. Apabila semua ide dan gagasan telah tertuang, selanjutnya ia dapat memeriksakan tulisannya itu pada seorang penyunting (editor) untuk mendapatkan koreksi atau masukan terkait dengan tatabahasanya.
  5. Berhentilah untuk mencari teori tentang menulis dan mulailah untuk menulis. Seorang yang ingin mencari kesempurnaan akan selalu merasa dirinya belum mampu menghasilkan karya. Ia akan terus belajar dan menimba teori. Namun, ia harus menyadari, bahwa ia harus segera mulai menerapkan teori yang telah dipelajari.
  6. Luangkan waktu, tenaga dan dana jika Anda ingin menghasilkan tulisan yang terbaik. Perlunya Anda mengikuti pelatihan, agar waktu, tenaga dan dana yang harus disediakan tidak terbuang sia-sia, melainkan secara efisien dapat digunakan untuk menghasilkan sejumlah karya tulisan.
  7. Bergabunglah dalam komunitas penulis, agar Anda dapat senantiasa menimba semangat dan menemukan resolusi atas berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi.