Judul tulisan di atas tampak profokatif. Judul tersebut diambil dari testimoni Prof.Dr.Suharnyoto Martomulyono-Dosen FKMUI–Ketum PDKI – Alumni Indonesia Menulis 12. Di mana selengkapnya testimoni itu berbunyi “Dosen tanpa menulis berarti habis, menulis berarti eksis”.

            Bila direnungkan, ungkapan Prof. Dr. Suharnyoto tersebut benar. Dimana lewat menulis, dosen terus berlatih untuk menyederhanakan alur berpikir dan mengungkapkan kajian keilmuannya kepada orang lain secara sederhana dan sistematis. Selain itu, dosen penulis juga akan terdorong untuk terus membaca bahkan meneliti fenomena-fenomena yang berlangsung, sehingga ia akan selalu eksis dalam bidang keilmuannya.

            Selain itu, dosen yang menulis akan memiliki dokumentasi yang lengkap, sehingga ia dapat kembali merunut kajian yang telah dilakukannya. Apalagi jika ia akan terus mendalami lebih lanjut kajian tersebut. Tulisan para dosen bukan sekedar menjadi kenangan, tetapi tulisan itu dapat dijadikan pijakan oleh pengajar, peneliti bahkan generasi selanjutnya untuk mendalami, mengajar dan melanjutkan penelitian dalam bidang ilmu yang ditekuninya tersebut.

            Indonesia Menulis hadir untuk memberi pelatihan, agar masyarakat, khususnya para dosen dapat menuangkan pengalaman, gagasan, pemikiran dan hasil-hasil kajiannya dalam bentuk artikel atau buku populer, buku ajar atau buku referensi. Ayo segera bergabung, agar Indonesia dapat terus membaca gagasan, pemikiran dan kajian Anda.

            Sebut saja Prof. Dr. Akmal Djamaan (Padang), Dr. Nur Kholisoh (Jakarta), Dionisius Sihombing, SPd, MSi (Medan), Dr. Martinus (Cirebon), Paulina Nona (Maumere) dan Jauhari Effendi (Kupang) telah berhasil melahirkan buku ajar dan buku populer (dari hasil Disertasi) setelah mengikuti Lokakarya Indonesia Menulis.