Sejak Indonesia merdeka, pemerintah telah memberi perhatian yang besar terhadap pendidikan dengan mengembangkan pola pendidikan nasional. Pemerintah bersama para guru memikirkan, menggali dan mengembangkan cara-cara pembelajaran yang efektif, agar terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa.

Hingga kini, pemerintah dan para guru secara kreatif terus mengembangkan berbagai pola pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan dinamika setiap generasi pelajar dan mahasiswa. Sejumlah pola pembelajaran yang sudah pernah dikembangkan, antara lain: guru pusat pembelajaran, cara belajar siswa aktif, kerja kelompok, simulasi, studi kasus, pengamatan laboratorium atau lapangan, pembelajaran individu, pembelajaran yang saling mengembangkan atau menyesuaikan diri, penerapan bahan ajar dalam konteks hidup, pembelajaran berbasis projek atau problem.

Penemuan pola-pola itu bertujuan untuk menggairahkan proses belajar dan mendorong lahirnya kemandirian dalam diri pelajar dan mahasiswa. Namun, pelbagai cara itu masih membutuhkan peran yang cukup besar dari guru sebagai fasilitator dan sumber belajar. Oleh karena itu, pemerintah dan para guru terus berusaha untuk menciptakan cara, pola, atau sarana yang dapat menghantarkan para pelajar dan mahasiswa mandiri dalam belajar.

 

Teknologi internet

Di tengah usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dan guru, hadirlah teknologi internet. Meski awalnya ditujukan sebagai sarana komunikasi, tetapi kini, internet telah dieksplorasi sebagai sarana belajar mandiri.

Di internet, materi ajar dapat disajikan dalam bentuk teks, gambar dan audio visual yang dapat diakses setiap saat. Dengan demikian, para pelajar dan mahasiswa dapat mengakses materi itu kapan saja dan dimana saja. Mereka dapat belajar secara mandiri tanpa terikat dengan tempat dan waktu.

Selain itu, internet juga sudah dieksplorasi para ahli teknologi untuk melangsungkan proses belajar dua arah. Dimana pelajar dan mahasiswa dapat melakukan konsultasi, tanya jawab atau diskusi kelompok.

Keunggulan internet lainnya, yaitu: para pelajar dan mahasiswa dapat menemukan banyak sumber belajar baik dari dalam maupun luar negeri yang ahli dalam bidangnya. Pemikiran, gagasan dan keterampilan mereka pun dituangkan dalam berbagai bentuk kemasan yang menarik, seperti artikel, buku, animasi maupun film. Pelajar dan mahasiswa dapat membaca tulisan, mendengarkan suara, melihat peragaan lewat animasi dan menonton film yang memberi inspirasi dan gambaran tentang penerapan suatu konsep atau teori.

 

Kemandirian

Banyak bahan ajar di internet yang memikat para pelajar dan mahasiswa untuk belajar, karena penyajiannya dapat menyentuh indera penglihatan dan pendengaran, unsur kognitif dan afektif, serta keterkinian dari materi yang tersaji. Selain itu, peragaan untuk pengoperasian alat, penciptaan barang dan jasa dapat mendorong mereka untuk mempraktikkannya secara mandiri.

Mereka juga merasakan fleksibilitas waktu belajar. Dimana, mereka dapat menjadwalkan waktu dan ritme belajar sesuai dengan kondisinya masing-masing. Selain itu, mereka bebas untuk memilih materi ajar atau program pelatihan sesuai minat dan kebutuhannya masing-masing, seperti merakit komputer, membuat situs web dan animasi, memproduksi makanan dan minuman olahan, dan lain sebagainya.

Mereka dapat mengulang-ulang penayangan materi ajar, sehingga mereka dapat lebih mencermati teks, konteks dan proses yang diperagakan sumber belajar. Hal itu tentu tidak didapatkan dalam proses belajar konvensional di dalam kelas.

 

Penutup

Di masa mendatang, cara belajar berbasis internet ini akan semakin diminati para pelajar dan mahasiswa. Apalagi, perangkat-perangkat teknologi telah “melekat” dalam genggaman tangannya. Setiap saat mereka dapat mengakses e-School atau e-Campus untuk mengikuti proses belajar mengajar, selain itu, mereka juga dapat belajar dari sumber belajar dan pustaka elektronik lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah beserta para guru perlu segera mengembangkan cara dan sarana pembelajaran lewat internet yang menarik. Situs-situs e-School dan e-Campus sebaiknya juga terhubung ke situs-situs lembaga pemerintahan, pendidikan, penelitian, serta lembaga-lembaga mitra lainnya di dalam dan di luar negeri. Dengan demikian, para pelajar dan mahasiswa akan memperoleh wawasan yang luas dan semangat untuk belajar secara mandiri.

 

Penulis

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM

(Dimuat di Harian Bernas, Rabu, 27 September 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *