Kata “Menulis” sering kali menjadi momok bagi banyak orang. Bahkan bagi mereka yang bergiat dalam kegiatan akademis. Hal itu terjadi, karena mereka terlanjur salah memahami kata “Menulis” tersebut yang sebenarnya merujuk pada KETERAMPILAN bukan bakat.

Selama ini, pemahaman yang kurang tepat itu telah mengakibatkan kesalahpahaman dan membuat seseorang “terpenjara” kata tidak berbakat (menulis). Akibatnya, Ia tidak dapat atau tidak berani menuliskan cita-cita, visi, pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan pendapatnya.

Dalam diri mereka pun langsung terbangun semacam “mental block” yang membatasi mereka untuk terjun secara penuh dalam kegiatan tulis menulis ini. Akibatnya, kegiatan tulis menulis masih belum bahkan tidak menjadi perioritas.

Kini, saat yang tepat untuk belajar bersama Indonesia Menulis. Temukanlah motivasi-motivasi yang menumbuhkan kompetensi sebagai penulis, pemahaman yang tepat tentang keterampilan menulis dan cara mudah untuk menuangkan gagasan.

Ayo segera bergabung. Tidak terpanggilkah Anda untuk membagikan cita-cita, visi, pengetahuan, keterampilan, pandangan dan pendapat Anda bagi Indonesia kita?

Menulis adalah sebuah keterampilan yang dapat dikuasai siapa saja. Asal yang bersangkutan mau bertekun dan berani memulai untuk menciptakan suatu karya tulisan. Menulis itu sama seperti berbicara, tetapi wujudnya berbeda, yaitu berupa teks bukan suara.

Mereka yang mau bertekun untuk menulis, tentu mereka akan menciptakan tulisan-tulisan yang sarat dengan pengetahuan, pengalaman dan gagasan-gagasan yang tumbuh dalam diri penulis.