Akhir-akhir ini, hampir setiap hari tersiar berita penyalahgunaan internet. Adanya foto atau gambar porno, ujaran kebencian, virus jaringan komputer, penipuan, kejahatan dalam bisnis dan layanan jasa keuangan online telah menunjukkan praktik-praktik penyalahgunaan teknologi tersebut semakin meluas.

Belum lagi dampak-dampak negatif lainnya yang timbul dari berita yang menyesatkan (hoax), berita palsu (fake), aplikasi permainan online yang terindikasi mengumbar kekerasan dan pornoaksi. Selain itu, internet juga dijadikan sarana untuk mengedarkan informasi cara perakitan bom yang telah memicu terjadinya insiden peledakan di sejumlah daerah. Kondisi carut marut dalam penggunaan internet itu telah menimbulkan banyak korban dan trauma bagi sejumlah penggunanya.

Padahal, ide dasar penciptaan internet bukan untuk menghancurkan peradaban atau sistem politik, ekonomi, sosial budaya dan mengancam pertahanan keamanan Negara. Internet diciptakan untuk mempercepat distribusi informasi, memecah kebuntuan komunikasi, serta meningkatkan layanan publik, agar kemakmuran rakyat dapat segera tercapai.

Oleh karena itu, kini semua pihak dari segala bidang keilmuan dan profesi diundang, sekaligus ditantang untuk memikirkan dan mengambil langkah untuk menghentikan penyalahgunaan internet. Teknologi itu harus segera dikembalikan pada fungsinya mula-mula.

 

Plaza informasi

Saat ini, internet telah menjadi plaza tempat bertemunya semua orang dari pelbagai penjuru dunia untuk berbagi informasi. Bagaikan “pasar malam”, internet menyuguhkan pelbagai informasi, permainan, barang dan jasa yang dapat diakses semua orang kapan saja dan dari mana saja.

Di plaza itu, para pengakses saling bertemu dan dapat melakukan pertukaran informasi dan melakukan pelbagai transaksi. Adanya media sosial telah memungkinkan setiap pengakses untuk bercakap-cakap atau mempercakapkan segala sesuatu.

Internet telah menjadi ruang kehidupan baru bagi para pengaksesnya. Bahkan, bagi sejumlah orang, perjumpaan di internet dinilai lebih hidup dan leluasa dari pada perjumpaan secara fisik, Apalagi bagi sejumlah orang yang memiliki kepribadian introvert yang malu untuk bertemu langsung dengan orang lain. Mereka mudah salah tingkah di hadapan orang lain, bahkan “bungkam seribu bahasa”, karena mereka tidak mampu merangkai kata ketika langsung berhadapan dengan orang lain. Lewat internet, setiap orang merasa nyaman dan fleksibel dalam berkomunikasi.

Namun, bukan berarti di plaza informasi itu, setiap orang boleh “membuang sampah” informasi berupa kata-kata kotor, ujaran kebencian, kata-kata yang sifatnya merundung (bully) lawan bicaranya. Setiap orang yang menggunakan internet hendaknya tidak “mengotori” plaza informasi itu dengan gambar atau foto yang tidak senonoh, menebarkan virus, serta menyalahgunakan tempat publik itu. Seharusnya, para pengguna internet memanfaatkan arena publik itu untuk membangun kehidupan dan saling membantu demi tercapainya kesejahteraan bersama, dari pada menjadikannya pasar aplikasi-aplikasi permainan yang sarat dengan kekerasan, bahkan ikut serta melakukan tindak kejahatan.

 

Kesadaran bersama

Saatnya, para pengakses internet menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan teknologi internet demi kesejahteraan bersama. Memang banyak aplikasi yang digunakan di internet memiliki kelemahan. Namun, bukan berarti setiap pengakses yang memiliki keahlian khusus bebas melakukan kejahatan hanya untuk menunjukkan bahwa sistem itu lemah.

Akan lebih baik bila tumbuh kesadaran untuk saling membangun dan memperkembangkan diri di antara para pengakses. Jika ada kelemahan, hal itu diperbaiki bersama. Sementara itu, bagi mereka yang ahli dalam pembuatan sistem komputer dan aplikasi-aplikasinya juga mau berbagi dengan para pengguna teknologi itu dengan cara tidak membanderol perangkat itu dengan harga tinggi. Tidak ada manfaat yang diperoleh, bilamana seseorang dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia, tetapi keberhasilannya itu justru hanya menumbuhkan apriori dan memicu lahirnya kejahatan.

Setiap orang perlu menyadari bahwa dirinya tidak hidup sendiri. Kesadaran itu akan menumbuhkan tanggung jawab sosial dan membangun peradaban yang lebih baik dan positif. Setiap orang tidak berjuang sendiri untuk membangun kehidupannya, melainkan lewat kebersamaan, setiap orang dapat menjadi “manusia yang utuh”.

 

Penutup

Oleh karena itu, kini saatnya untuk segera mengakhiri penyalahgunaan internet. Hendaknya setiap orang saling mengingatkan orang di sekitarnya untuk tidak mengotori plaza informasi tersebut. Justru sebaliknya, kita bersama berusaha, agar plaza itu digunakan untuk memeratakan pendidikan, membangun layanan publik yang lebih transparan, jujur dan cepat. Dengan demikian, kehadiran teknologi itu benar-benar bermanfaat bagi kehidupan bersama.

 

Penulis

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM

(dimuat di Harian Bernas, Rabu, 7 Juni 2017)